Searching...
Facebook Twitter Google+ RSS

Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam

12/29/2012
merayakan tahun baru dalam islam
Hanya menunggu waktu kurang lebih 47 jam lagi di Indonesia bagian barat akan terjadi pergantian tahun kalender masehi dari 2012 menjadi 2013. Polemik pun muncul ketika negeri kita tercinta, Indonesia, dengan predikat sebagai negara dengan penduduk pemeluk Islam terbesar di dunia masih labil dengan hukum merayakan tahun baru masehi. Bisa dikatakan semua sumber yang saya dapat mengharamkannya. Berikut ada beberapa pendapat yang secara tegas mengharamkannya.
  • Malam Tahun Baru Masehi Penuh Maksiat.
Alasannya tidak lain untuk melindungi kaum muslimin dari perbuatan maksiat yang sering terjadi pada malam perayaan tahun baru
  • Merayakan Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir.
Seperti yang pernah saya lansir pada Hukum Memberikan Ucapan Selamat Hari Natal bagi kaum nasrani yang lalu, sabda rasulullah menjelaskan bahwa:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Yang artinya: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia adalah sebagian dari mereka." (HR. Abu Daud).
  • Perayaan Tahun Baru Masehi adalah Ibadah Orang Kafir.
Sejak nasrani mulai jaya di Eropa, malam tahun baru menjadi satu kesatuan peribadatan dengan Natal. Sehingga bisa dikatakan bahwa perayaan new year adalah haram bagi kaum muslimin.
  • Perayaan Tahun Baru Masehi dalam Islam adalah Bid'ah.
Perayaan semacam ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah dan perlu ditekankan bahwa syariat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sudah tuntas dan tak ada yang tertinggal.

Selain pendapat tegas yang diutarakan di atas, adapula pendapat yang mungkin bisa lebih mudah untuk Anda terima dan Anda jalankan. Intinya, sikapi tahun baru ini dengan introspeksi diri. Perbaiki yang masih buruk dalam diri Anda dan jangan hamburkan uang demi tahun baru. Serta satu hal terpenting, niatkan untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Demikian hukum perayaan tahun baru masehi bagi umat islam.

14 komentar :

  1. bnr bgt yg terpenting adalah niat dan kepercayaan yg ada dihati.
    jd gak usah dipikirin ngrayain ato gak.

    BalasHapus
  2. banyak aturan yang musti ditaati, begitu jg sebaliknya

    BalasHapus
  3. newby slahturahmi pak, lagi
    blajar ngeblog, iktan nimbrung
    ya?
    Siapa tau dapet temen..
    Izin follow ya?
    Jangan lupa follbacknya?

    BalasHapus
  4. Kita kan punya Tahun Baru Sendiri tahun Hijriyah, terimakasih sudah berkunjung sob

    BalasHapus
  5. Pergantian tahun sebaiknya di isi dg hal yg bermanfaat utk lbh mndekatkan di Kepada ALLAH SWT, di banding kumpul2 yg gak karuan..

    Nice info mas, saya suka bacannya...slm kenal jg

    BalasHapus
  6. hmm.. emang di dalam islam gak pernah ada beginiaan gan.. nice post!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Folback sukses gan. no#8

      Hapus
  7. bettul tu sobb, nice share,,folback sukses #9 Rizal Ical :-d

    BalasHapus
  8. Saya jadi mulai berpikir ulang dgn adanya artikel ini

    BalasHapus
  9. @all: makasih banyak atas kunjungan dan komentarnya, kawan.

    @mas argiantz: sampun kulo folback mas, maturnuwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 yah gan, makasih atas kehadirannya :)

      Hapus
  10. Nauzubillah gan... untuk saya semalam dirumah aja :D

    BalasHapus
  11. untung gak pernah rayain selain menatap layar tv [-(

    BalasHapus
  12. anehnya kalau tahun baru hijriah, kita tidak merayakannya
    eh kalau tahun baru hijriah boleh kan kalau dirayakan?

    BalasHapus