Di era modern ini miris ketika melihat nasib umat
Islam, terutama yang berada di negara-negara tertinggal atau biasa disebut
negara berkembang agar terdengar memiliki kesan yang lebih baik. Tak perlu
melihat lebih jauh, lihat saja negara ini, Indonesia. Negara dengan jumlah
penganut agama Islam terbesar di dunia ini beberapa tahun belakangan memiliki
predikat baru. Negara miskin, bodoh dan kumuh tak terelakkan lagi.
Sadarkah negeri ini? Islam sebagai agama yang diridhoi Allah selalu
memberikan jalan keluar terhadap semua masalah yang ada. Sebenarnya telah disediakan
pula solusi terhadap masalah kemiskinan. Salah satu solusi paling relevan yang
ditawarkan untuk mengentaskan kemiskinan adalah zakat. Dalam ajaran Islam,
ayat-ayat tentang zakat sudah diturunkan kepada Muhammad SAW ketika beliau
masih berada di Mekah untuk melakukan pembinaan aqidah dan keyakinan umat.
Q.S Az-Dzariyat:19
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ
لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُوم
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang
miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” (Q.S.
Adz-Dzariyat:19)
Q.S Ar-Rum:39
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ
تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
"Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu
maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah
orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)” (Q.S. Ar-Rum:39).
Q.S At-Taubah:103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً
تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ
لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkandan mensucikanmereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa
kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah:103)
Beberapa ayat di atas jelas memerintahkan kaum
muslimin untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama yang
tergolong miskin. Islam memang mewajibkan kalangan yang mampu supaya
peduli dan membantu sesamanya yang kekurangan, yakni melalui zakat. Ini sekaligus
menunjukkan komitmen Islam dalam penciptaan keadilan.
Perlu Anda ketahui, dari data yang pernah saya dengar bahwa dana zakat yang
seharusnya terkumpul dari seluruh umat muslim di Indonesia berkisar 200 triliun
rupiah. Angka yang fantastis bukan? Jika dana tersebut bersih didapat dan
dikelola dengan jujur, bukan tidak mungkin pendidikan dan kesehatan dapat
dibebas-biayakan.
Tidak semua dana potensial tersebut terkumpul. Hanya sekitar 10% saja yang
terhimpun baik di badan zakat resmi milik pemerintah maupun badan zakat swadaya
masyarakat. Jadi, sekolah dan kesehatan gratis tinggal isapan jempol belaka.
Menurut saya, penerapan zakat cukup relevan untuk mengurangi angka
kemiskinan di negeri ini. Percuma saja menjadi negara dengan penganut Islam
terbesar jika hanya memikirkan diri sendiri, tak ada yang peduli terhadap arti
keadilan yang sesungguhnya. Keadilan bukan semata-mata mengenai apa yang Anda
dapat karena telah melaksanakan
kewajiban, tapi juga kewajiban yang harus Anda penuhi ketika Anda telah
mendapat limpahan kebahagiaan. Ayoo, jadilah salah satu orang yang memperbaiki
negeri ini J.
Waduh, mantap amat ulasannya Kang, semoga kita termasuk orang yg tdk lalai terhadap berzakat dan sodakoh.
BalasHapusbener2 ajib ulasanya gan, lengkap dengan firman-NYA
BalasHapusnice infonya nih gan..
BalasHapusterimakash banyak atas informasinya
BalasHapusKlik dan copy-paste kode pada kolom komentar.
Tinggalkan komentar berkaitan dengan artikel di atas.