Searching...
Facebook Twitter Google+ RSS

Tahun Baru Islam 1434 Hijriyah

11/15/2012
Besek Bosok - Malam ini umat Islam memasuki tahun baru Islam. 1434 Hijriyah. Sebuah perjalanan panjang yang harus dikaji kembali. Sudahkah ada kontribusinya bagi dunia dan Indonesia? Sudahkah kita menjalankan ukhuwah islamiyah "the power of Islam"? Kalau menengok sejarah, saya akan mengatakan belum. Salah satunya tentang kerukunan umat Islam, kasus Sunni dan Syiah, dan kekerasan terhadap mazhab minoritas, serta pernyataan sesat yang tidak berdasarkan dalil dengan kuat.


Mumpung momennya sedang Tahun Baru Islam mailah kita sedikit belajar tentang ini. Berkaitan dengan penyesatan terhadap pengikut mazhab Islam Syiah, dan salah satu masalah yang kerap dijadikan tudingan bagi pengikut Syiah atau Ahlulbait adalah berkaitan dengan mencaci sahabat Nabi Muhammad S.A.W. Pengikut Syiah atau Ahlulbait suka melakukannya. Ini yang terus ditudingkan dan keengganan pengikut Sunni untuk menerima kehadiran kaum Muslim Syiah. Saya sampai sekarang ini tidak paham mengapa ini yang terus disebarkan. Sejak isu adanya Quran yang berbeda sampai Malaikat Jibril salah kirim wahyu dan hajinya bukan ke Makkah. Kemudian soal nikah mut’ah sampai boleh berbohong dan melakukan tindakan anarkis. Itu semua sebetulnya sudah banyak dijawab. Meski sudah dijawab tetap masih ada saja yang terus menebarkan isu-isu bohong tersebut.

Salah satu ormas yang anggotanya bermazhab Syiah sudah menerbitkan buku yang isinya menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan Syiah. Harusnya semakin berhenti, malah terus saja provokasi dan membuat isu-isu lain lagi. Kalau memperhatikan mereka yang benci Syiah, terasa cape dan lelah.

Yang paling membosankan adalah alasan tidak mengakui Syiah sebagai Islam karena membenci sahabat Nabi Muhammad S.A.W. Saya sendiri belum menemukan bukti bahwa orang Syiah hujat sahabat Nabi, khususnya di Indonesia. Sejarah mengisahkan justru Dinasti Umayyah yang menghujat Sayidina Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya. Kemudian dihentikan melalui pernyataan Umar bin Abdul Aziz untuk melarang umat Islam menghujat Sayidina Ali. Entah apa buktinya kalau orang-orang Syiah sepanjang sejarah melakukan hujat terhadap sahabat Nabi yang utama. Kalau kepada pembunuh cucu Nabi Muhammad saw, Sayidina Husain bin Ali, memang kerap terdengar. Saya kira itu wajar karena Yazid bin Muawiyah beserta konconya melakukan kezaliman. Pasti orang Islam pun tidak suka pada mereka yang melakukan kezaliman, penindasan, dan penghujatan, dan penyebar isu-isu negatif.

Nah, berikut ini ada fatwa dari Sayid Ali Khamenei, pemimpin Syiah di Iran yang menyatakan larangan menghujat sahabat Nabi: Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Diharamkan menghina simbol-simbol (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, ahlusunah, berupa tuduhan terhadap istri Nabi saw. dengan hal-hal yang mencederai kehormatannya, bahkan tindakan ini diharamkan terhadap istri- istri para nabi terutama penghulunya, yaitu Rasul termulia saw. Semoga Anda semua mendapatkan taufik untuk setiap kebaikan (http://satuislam.wordpress.com/2012/05/14/fatwa-sayid-khamanei-larangan-mencaci-sahabat-dan-simbol-simbol-ahlussunnah/).

Dengan adanya bukti larangan dari ulama Syiah Iran tersebut, sudah saatnya kaum Muslim Sunni tidak lagi menganggap Syiah sebagai penghujat Sahabat Nabi. Kalau pun ada orang Syiah yang masih terus begitu, berarti bukan lagi seorang yang beriman dan saya kira sudah keluar dari ajaran Islam. Tinggal para penebar isu-isu negatif yang menyadarinya dan melakukan evaluasi diri. Mumpung memasuki Tahun Baru Islam, ayolah kita laksanakan cara menyembut tahun baru islam dengan instrospeksi tentang sikap beragama di Indonesia ini dan selamat memasuki momentum baru. Salam ukhuwah.

Dikutip dari : Kompasiana

0 komentar :

Poskan Komentar